Rabu, 09 Juli 2008

PEMILIHAN BAHASA DALAM KIE

PEMILIHAN BAHASA DALAM KIE

Sebagai apoteker yang setiap hari berkecimpung dalam apotek dan melakukan profesi secara penuh tentunya sering kali akan menghadapai hal-hal yang terkait KIE. Hal tersebut salah satunya adalah bahasa.

Kemampuan apoteker dalam memilih bahasa atau perbendaharaan kata bisa jadi menjadi sangat menentukan keberhasilan KIE. Sebagai contoh adalah pada apotek saya yang berada di daerah. Masyarakat sering kali kurang paham bila pesan disampaikan dengan bahasa indonesia baku, bahkan pada masyarakat yang strata sosialnya rendah menggunakan bahasa daerah halus juga sulit dimengerti. Dan yang paling pas adalah menggunakan bahasa kasar sehari-hari.

Pada mulanya saya menggunakan bahasa kasar ada rasa tidak enak, tetapi berjalan seiring dengan waktu saya bisa merasakan lebih baik setelah kita kemas dengan sikap yang tetap menghormati meski kita pakai bahasa kasar. Ada baiknya bila kata pembuka dan penutup KIE tetap menggunakan bahasa halus.

Untuk menutupi rasa bersalah akibat penggunaan bahasa kasar, boleh juga kita mengadakan dialog hal-hal lain diluar KIE yang menggunakan bahasa halus. Supaya masyarakat tetap merasa dihargai atau dihormati oleh profesi.

Masalah di apotek tidak lagi hanya terkait formulasi, tetapi juga masalah sosial. Bahkan pada beberapa kasus swamedikasi, ketrampilan formulasi tidak diperlukan tetapi ketrampilan KIE dan masalah sosial lain yang diperlukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar