Jumat, 28 Maret 2008

SEBAGIAN BESAR APOTEK TAK SIAPKAN OBAT GENERIK

SEBAGIAN BESAR APOTEK TAK SIAPKAN OBAT GENERIK

Antara http://www.antara.co.id/arc/2008/3/4/menkes-sebagian-besar-apotek-tak-sediakan-obat-generik/ , kenapa?
Generik berlogo adalah obat yang baik dan murah, bahkan sebagian sangat-sangat murah. Karena sangat murahnya ini yang membuat obat generik berlogo dianggap tidak menguntungkan dari sisi bisnis oleh para pemilik apotek. Mungkin kita akan berpikir bila obat murah akan banyak yang membeli dan apotek menjadi ramai pembeli dan apotek akan untung besar.
Tetapi kenyataannya apotek pada umumnya enggan untuk menyediakan generik berolgo, apalagi menawarkan obat generik berlogo tersebut. Suatu yang sangat rasional dalam sisi bisnis bila kita enggan menawarkan obat generik berlogo karena dari sisi biaya operasional apotek jual obat generik jelas-jelas merugikan. Coba kita hitung bila HET parasetamol tablet per strip kurang dari Rp900;- maka laba maksimal tentu saja kurang dari pada Rp180;-. Padahal biaya operasional yang dibutuhkan dalam pelayanan apotek perjam hanya untuk gaji apotekernya saja sekitar Rp10.000;- per jam.
Suatu pilihan yang sangat sulit bagi sebagian apotek bila harus menyediakan obat generik berlogo di apotek. Satu kali pelayanan untuk resep membutuhkan waktu sekitar 10 menit dan non resep 3menit. Bila hal tersebut ditambah konseling bisa menjadi dan PIO atau KIE tambah lama dan lama sekali bila pasien menanyakan hal-hal lain masalah kesehatan.
Dari gambaran diatas cobalah anda hitung berapa kerugian apotek bila hanya mengandalkan obat benerik berlogo dalam setiap pelayanannya. Dan anda juga bisa menghitung berapa kerugian apotek bila kita menghitung kerugian terhadap total biaya operasional apotek. Apotek yang sederhana saja yang didirikan oleh PSA di kota kecamatan biaya operasional per bulan bisa mencapai Rp4.000.000;-. Bila biaya dibagi 25 hari kerja dan dihitung per jam nya, maka penjualan obat generik berlogo yang murah tentu akan merugikan apotek. Inilah salah satu alasan mengapa obat generik berlogo dianggap tak menguntungkan dari sisi bisnis perapotekan.
Hal tersebut belum lagi dihitung dari biaya pendirian dan biaya investasi. Oleh karena itu seharusnya dibuatlah kebijakan-kebijakan dari pemerintah, agar apotek setidaknya tidak rugi bila menyediakan obat generik berlogo. Dilema memang, keinginan menyediakan obat murah, tetapi biaya operasional apotek cukup mahal.
Akan sangat baik bila pemerintah dan organisasi profesi kesehatan terkait melakukan penhitungan biaya-biaya operasional apotek yang rasional dan menkaji lebih jauh agar kepentingan semua pihak dapat terakomodasi. kepentingan semua pihak adalah kepentingan rakyat, pemerintah, profesi kesehatan, pemilik modal apotek, industri farmasi dan lain-lain termasuk pengguna jasa asuransi kesehatan. Tidaklah mungkin kita membuat kebijakan yang hanya mementingkan salah satu pihak saja.
Seperti kita ketahui, masyarakat ingin obat murah dan industri farmasi ingin untung, dan seterusnya. Solusi cerdas terhadap masalah diatas seharusnya menjadi suatu salah satu prioritas utama bila kita ingin membangun kesehatn bangsa secara utuh. Dan marilah kita berpikir dengan baik apa yang seharusnya kita lakukan bila kita ada pada posisi-posisi diatas.
Bagaimana bila kita berandai-andai, pertama pendidikan kesehatan digratiskan alias dibayar pemerintah secara penuh. Kedua, tenaga kesehatan dibayar pemerintah meskipun kerja diswata. Ketiga, tenaga kesehatan diberikan kebebasan dari biaya pengobatan meskipun kerja diswasta. Keempat, dan seterusnya. Bisakah andai andai tersebut menurunkan biaya kesehatan dan atau harga obat? Bisakah apotek menjadi untung dengan menjual obat generic?
Andai-andai diatas adalah salah satu dari suatu solusi yang belum tentu bisa menurunkan biaya operasional apotek secara bermakna. Bila kita ingin menurunkan biaya tersebut secara bermakna, kita harus melakukan penghitungan-penghitungan secara menyeluruh dan melibatkan banyak pihak. Penghitungan saja mungkin juga tak cukup, kita perlu pula data-data.
Dan akhir dari tulisan saya ini adalah, bila kita semua menghendaki tersedianya obat murah, atau agar semua apotek menyediakan obat generik berlogo, kita harus melakukan pengkajian yang mendalam yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak. dan sudah sewajarnya bila ISFI dan HISFARMA membantu pemerintah dalam membuat kebijaksanaan yang mana kebijaksanaan itu harus didasarkan pada data-data ilmiah dan rasional sehingga penerapannya menjadi lebih mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar