Sabtu, 22 Maret 2008

TATAP YANG IDEAL HARUS SEGERA DIWUJUDKAN

TATAP YANG IDEAL


Tatap yang ideal adalah yang mana keberadaan apoteker untuk melakukan pelayanan kefarmasian secara penuh jadi tidak hanya sekedar dibelakag meja. Karena saat ini banyak apoteker yang hanya ada dibelakang meja untuk urusan administrasia atau manajemen,bahkan ada pula yang hanya untuk pantes-pentesan saja.
Kenapa hal ini terjadi salah satu penyebabnya adalah belum mampunya ISFI dalam menterjemahkan profesi secara mendasar dan menyeluruh. Maksudnya ISFI saat ini belum pernah melakukan penelitian-penelitian ilmiah tekait profesi. Kita tahu apa pentingnya bidang farmasi dalam pembangunan kesehatan bangsa, tetapi data ilmiah tentang pentingnya hal tersebut kita tak memiliki.
Oleh karena itu HISFARMA dibentuk, da salah satutugas HISAFARMA kedepan adalah membentuk TATAP yang ideal. Dengan melakukan kajian-kajian ilmiah dan penelitian-penelitian demi pembangunan kesehatan banga yan utuh.

HISFARMA Adalah Jawaban Untuk Pengembangan Profesi Farmasi Masyarakat.
HISFARMA, diharapkan mampu menjadi jawaban pengembangan profesi yang ideal, mengingat tugas hisfarma adalah menembangkan profesi. HISFARMA dibentuk oleh ISFI dengan harapan mampu menjawab setiap perkembangan profesi disepanjang jaman dengan ilmiah. Karena dalam setiap langkah HISFARMA harus selalu didasarkan pada data-data ilmiah yan dikembangkan sedemikian rupa demi perkembangan profesi dan pembangunan bangsa.
Harapan bila profesi apoteker berkembang adalah akan memberikan sinergi pada pembangunan kesehatan bangsa. Yang mana kesehatan bangsa akan menjadi lebih baik dan lebih optimal. Oleh sebab itu data-data ilmiah akan sangat penting dan kita kedepan tidak lagi hanya berdebat kusir hanya untuk membahas hal-hal sepele, karena kita mempunyai bukti-bukt ilmiah.
Untuk mendapatkan bukti-bukti ilmiah tentu saja kita harus melakukan penelitian-penelitian baik secara mandiri ataupun lintas sektoral. Dengan penelitian lintas sekotoral diharapkan data-data akan mendukung setiap langkah kita dalam mengembangkan profesi yang berbasis pelayanan masyarakat. Kita sadar bahwa masyarakat pada peayanan kesehatan adalah ada pada bagiaan yang terlemah, oleh karena itu sebagai profesional yang terhormat, apoteker lewat ISFI dan HISFARMA harus mengembangkan profesi yang lebih terhormat pula.
Karena lemahnya posisi masyarakat inilah, maka meskipun profesi tidak atau kurang profesionalpun, maka tetap dibutuhkan masyarakat karena memang tidak ada pilihan lain. Dan ketidak pahaman masyarakat akan pentingnya profesi yang dalam keselamatan penggunaan jasanya akan memperparah keadaan ini. Oleh karena itu profesi juga harus mampu mencerdaskan bangsa, cerdas dalam bidang kesehatan. Tidak jarang pula ada pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja melakukan pembodohan-pembodohan masyarakat hanya demi mengeruk keuntungan semata dan dampaknya akan sangat luar biasa bila pembodohan ini sampai berkembang kesetiap anggota masyarakat.
Salah satu bentuk pembodohan adalah dengan mendatangi masyarakat dan menjanjikan penyembuhan-penyembuhan yang spektakuler. Sering kali pada masyarakat awam akan termakan oleh janji-janji tersebut, dan masih banyak bentuk pembodohan-pembodohan lain. Semoga hal tersebut dapat diatasi oleh para apoteker yang tergabung dalam ISFI dan HISFARMA.
Disini saya tak tertarik membahas pembodohan-pembodohan, tetapi saya tertarik untuk membahas bagaimana agar pembodohan-pembodohan tak terjadi dalam profesi kita. Harapannya adalah masyarakat yang cerdas terhadap permasalahan-permasalahan kesehatannya sendiri. Dampak selanjutnya adalah turunnya biaya kuratif dan berpindah ke prekuentif. Sudah saatnya kia lebih banyak berperan pada masalah-masalah prekuentif pada bidang kesehatan, dan untuk peran itu diharapkan HISFARMA mampu membentuk profesi yang ideal yang berbasis pelayanan masyarakat yang akan diwujudkan dalam program TATAP yang ideal.
Beda mendasar dalam prekuentif dan kuratif adalah kualitas hidup masyarakat saat membutukan layanan kesehatan. Secara umum prekuentif dibutuhkan masyarakat pada saat masyarakat dalam keadaan sehat dan produktif, yang mana harga pelayanan justru tidak menjadi masalah. Beda dengan kuratif yang mana masyarakat umumnya sudah dalam keadaan tak produktif dan seringkali harga pelayanan justru menjadi kendala untuk sehat. Memang lebih baik mencegah dari pada mengobati termasuk dengan profesi kita.

Kesimpulan
Profesi apoteker yang ideal adalah profesi apoteker yang dikembangkan secara ilmiah dan berbasis pelayanan masyarakat yang tidak meninggalkan kepentingan-kepentingan berbagai pihak dan secara umum justru akan memberikan dampak luar biasa dalam pembangunan kesehatan bangsa. Karena sangat luar biasanya dampak pelayanan yang berbasis pelayanan masyarakat ini maka TATAP yang ideal harus segera diwujudkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar